Tangerang//Infodesakita – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sukses menggelar RIS EXPO 2026 pada 9–10 April 2026 di Kampus UMN, Tangerang. Event perdana dari Divisi Research, Innovation, and Sustainability (RIS) ini jadi “langkah baru” UMN wujudkan komitmen sebagai Excellent University With Strong Research.
“RIS EXPO bukan sekadar pameran, tapi tanggung jawab kami untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat lewat riset,” ujar Prof. Dr. Florentina Kurniasari T., Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Keberlanjutan UMN saat membuka acara. Beliau menegaskan RIS EXPO hadir untuk dorong dosen UMN hasilkan karya yang berdampak nyata, khususnya di cluster unggulan: Artificial Intelligence (AI) dan Keberlanjutan.
3 “Langkah Baru” RIS EXPO 2026
- Event perdana RIS – Wadah kolaborasi riset pertama yang gelar hasil penelitian lintas fakultas UMN
- Fokus dampak nyata – Geser orientasi dari jumlah publikasi ke kontribusi langsung untuk masyarakat
- Libatkan stakeholder luas – Akademisi, praktisi, sampai publik diajak berbagi inovasi
Mengusung tema “Smart & Sustainable Futures”, selama 2 hari RIS EXPO menghadirkan rangkaian talkshow RI-Connect: dari isu energi & budaya, aksi lokal berdampak, riset AI untuk solusi nyata, hingga strategi karier akademik bareng Prof. Dr. Ir. Muji Setiyo, World’s Top 2% Scientist 2025.
Riset Langsung ke Masyarakat: Kolaborasi dengan MIO Banten
Kegiatan ini juga dihadiri pengurus MIO Banten. Ketua MIO Banten, Alfan Witular, menyampaikan apresiasi dalam sesi diskusi bareng narasumber.
“Ada beberapa poin program yang bisa langsung direalisasikan ke masyarakat,” ujar Alfan. Ia menyebut potensi pemanfaatan lahan tidur di setiap desa dan pengelolaan sampah jadi nilai sirkular ekonomis. Menurutnya, kedua program ini bisa disosialisasikan lewat digital technology untuk dorong ketahanan pangan di lahan KWT (Kelompok Wanita Tani).
RIS EXPO 2026 jadi bukti riset UMN tidak berhenti di jurnal. Hasil inovasi akademisi dibawa turun ke desa, dikolaborasikan dengan komunitas seperti MIO Banten,karang taruna , pak Darwis, posyantek , masyarakat dan didorong lewat teknologi digital agar manfaatnya terasa langsung.
Kolaborasi antara lembaga, pemerintah demi tercapainya sinergitas antara akademik bersama pemerintah.(Red)









